Gapoktan Sukadana Makmur
Ketua: Nama Ketua Gapoktan
Kecamatan Pujut, Lombok Tengah
Di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Desa Sukadana tumbuh dengan tenang
menyimpan alam yang asri, budaya Sasak yang terjaga, dan warga yang setia pada tradisi. Desa Sukadana menjadi rumah bagi warga yang menjunjung nilai gotong royong, kearifan lokal, dan potensi wisata yang terus dikembangkan menuju desa mandiri dan sejahtera.

Panorama Desa Sukadana yang tenang dan belum banyak berubah.

Nilai dan adat istiadat yang terus diwariskan antar generasi.

Produk dan kerajinan khas hasil karya warga setempat.
Membangun desa yang berdaya dan sehat, berakar pada kearifan Sasak — tumbuh bersama, untuk generasi berikutnya.Visi Bersama · Desa Sukadana















Kawasan bukit yang menawarkan pemandangan indah dan udara segar.

Sirkuit yang bukan hanya untuk balap saja, tetapi juga menawarkan pengalaman menarik bagi para pengunjung.

Monumen sejarah yang memiliki nilai budaya dan religius tinggi.
Desa Sukadana yang terbagi ke dalam 17 dusun memiliki kehidupan masyarakat yang erat dengan aktivitas pertanian. Para petani tergabung dalam berbagai kelompok tani (poktan) yang berada di bawah naungan beberapa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Melalui kelompok-kelompok tersebut, para petani saling berkoordinasi dalam mengelola lahan, meningkatkan hasil pertanian, serta menghadapi berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan bertani. Setiap bulan, poktan secara rutin mengadakan pertemuan untuk membahas perkembangan lahan, hasil panen, hingga menyusun rencana menghadapi musim tanam berikutnya.
Di tengah aktivitas pertanian yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, masyarakat Desa Sukadana juga tetap menjaga tradisi dan kebersamaan. Salah satunya adalah kelam, yaitu kegiatan pengajian rutin yang dilaksanakan setiap Kamis malam. Tradisi ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat hubungan sosial, sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah tumbuh dalam kehidupan warga.
Semangat kebersamaan tersebut juga tercermin dalam tradisi besiru, yaitu kebiasaan saling membantu antarpetani, terutama ketika musim panen atau pengolahan lahan tiba. Para petani saling bergantian memberikan tenaga dan bantuan kepada satu sama lain, sehingga pekerjaan yang berat dapat diselesaikan bersama. Lebih dari sekadar bentuk kerja sama, besiru menjadi wujud nyata budaya gotong royong yang masih hidup dan mengakar dalam kehidupan masyarakat Desa Sukadana.
Ketua: Nama Ketua Gapoktan
| Nama Poktan | Ketua |
|---|---|
| Bagik Mansak | Susandi |
Berdasarkan data posyandu bulan Januari - Juni 2026
| Kelompok Usia | Total Anak Diukur | Jumlah Stunted | Persentase |
|---|
| Nama Posyandu | Total Anak Diukur | Jumlah Stunted | Persentase |
|---|







